Berita
Kabupaten Jember Gencarkan PSN Serentak untuk Cegah Lonjakan Kasus DBD di Musim Hujan
Jember, 12 November 2025 – Menjelang puncak musim hujan, pemerintah kecamatan di Kabupaten Jember secara masif melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di berbagai desa. Kegiatan ini melibatkan camat, puskesmas, kepala desa, kader kesehatan, dan masyarakat, dengan fokus pada Gerakan 3M Plus untuk memutus rantai penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Upaya preventif ini menjadi respons cepat terhadap potensi peningkatan kasus DBD akibat genangan air hujan yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.
Penulis: diskominfo jember Tanggal: 12 November 2025

Kolaborasi Lintas Sektor di Berbagai Kecamatan

Kegiatan PSN digelar secara serentak dan rutin di beberapa kecamatan. Di Kecamatan Tempurejo, pada 3 November 2025, Camat bersama Puskesmas Tempurejo melakukan aksi di Dusun Karanganyar RT 003 RW 016 Desa Tempurejo. Langkah ini bertindak sebagai pencegahan dini terhadap ancaman DBD seiring datangnya musim penghujan.

Sementara itu, di Kecamatan Rambipuji, kegiatan Superfisi PSN dilaksanakan pada 7 November 2025 di Dusun Satrean, Desa Rambigundam. Dipimpin Camat Roni Herman Baza, kegiatan melibatkan kepala desa, perangkat desa, dan Puskesmas Rambipuji. Pemeriksaan terhadap 100 rumah menunjukkan 10 rumah positif jentik nyamuk, dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) mencapai 90%. Tim juga melakukan abatisasi pada rumah positif jentik untuk membunuh larva nyamuk.

Di Kecamatan Pakusari, PSN menjadi bagian dari program Jum’at Sehat pada 7 November 2025 di Desa Pakusari. Dimulai pukul 07.00 WIB dengan senam bersama, kegiatan dilanjutkan pemeriksaan lingkungan oleh Camat Pakusari, Kepala Puskesmas, dan kader kesehatan. Dari 322 rumah yang diperiksa, 48 rumah positif jentik, menghasilkan ABJ 85,1%. Kegiatan ini menekankan integrasi olahraga dan pencegahan kesehatan.

Puncaknya, pada 31 Oktober 2025, tujuh desa di Kecamatan Ajung—yaitu Desa Ajung, Klompangan, Panca Karya, Sukamakmur, Mangaran, Wiro Wongso, dan Rowoindah—melaksanakan PSN serentak. Dipimpin Camat Muhammad Sifak Beni Kurniawan, kegiatan melibatkan pemerintah desa, kader posyandu, bidan desa, dan Puskesmas Ajung. Fokus pada pemeriksaan bak mandi, saluran got, dan fasilitas umum, disertai edukasi Gerakan 3M Plus.

Implementasi Gerakan 3M Plus sebagai Kunci Pencegahan

Gerakan 3M Plus menjadi strategi utama dalam semua kegiatan PSN. Langkah-langkah tersebut mencakup:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin, minimal seminggu sekali, seperti bak mandi, tempat minum hewan, dan vas bunga.
  • Menutup rapat wadah air, termasuk drum, ember, dan tandon, untuk mencegah nyamuk bertelur.
  • Mendaur ulang atau mengubur barang bekas, seperti kaleng, botol plastik, dan ban bekas, yang berpotensi menampung air hujan.

Plus tindakan pendukung seperti penaburan abate, penggunaan kelambu, dan pemeliharaan sanitasi lingkungan. Di Ajung, misalnya, tim membersihkan parit, selokan, dan area sekolah, sementara di Pakusari dan Rambipuji, edukasi diberikan langsung kepada warga untuk menjadikan PSN sebagai gaya hidup.

Camat Rambipuji, Roni Herman Baza, menyatakan, “ABJ yang masih di bawah standar menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang perlu kita lakukan bersama. Oleh karena itu, kita perlu terus melakukan edukasi dan motivasi kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan PSN secara rutin.” Serupa, Camat Ajung menekankan, “Pemberantasan DBD harus dimulai dari rumah masing-masing. Karena sumber utama nyamuk itu ada di sekitar kita sendiri.”

Hasil Pemeriksaan dan Rencana Tindak Lanjut

Hasil pemeriksaan menunjukkan kemajuan, meski masih ada ruang perbaikan. ABJ di Rambipuji 90%, sedangkan di Pakusari 85,1%. Di Ajung, pemantauan jentik berkala (PJB) akan dilakukan rutin di rumah, sekolah, dan tempat ibadah. Puskesmas Pakusari menetapkan rencana tindak lanjut, termasuk PSN serentak setiap Jumat, peningkatan kewaspadaan terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD, dan optimalisasi peran PKK, kader, serta media lokal dalam sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kegiatan juga memperkuat gotong royong, dengan warga sukarela membersihkan lingkungan dan menerima leaflet edukasi tentang gejala DBD.

Upaya PSN serentak di Kabupaten Jember mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan sehat menjelang musim hujan. Dengan keberlanjutan gerakan ini, diharapkan angka kasus DBD dapat ditekan secara signifikan, mendukung masyarakat yang lebih sadar dan tangguh terhadap ancaman kesehatan. Pemerintah kecamatan akan terus memantau dan mengevaluasi untuk memastikan target ABJ minimal 95% tercapai di seluruh wilayah.