Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jember dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pola yang fluktuatif. Berdasarkan data dari Profil Kesehatan Kabupaten Jember Tahun 2024, pada tahun 2022 tercatat sebanyak 781 kasus, kemudian mengalami penurunan pada tahun 2023 menjadi 561 kasus. Namun, pada tahun 2024 terjadi peningkatan yang sangat signifikan hingga mencapai 1.604 kasus, yang merupakan angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Lonjakan kasus pada tahun 2024 menunjukkan bahwa penyebaran DBD masih menjadi masalah serius di Kabupaten Jember. Sebelumnya, tren penurunan sempat terjadi, namun tidak berlangsung stabil. Hal ini menandakan bahwa upaya pengendalian yang dilakukan belum sepenuhnya efektif dan masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi lingkungan, perubahan cuaca, serta kepadatan dan mobilitas penduduk.
Berdasarkan data dari Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, wilayah dengan jumlah kasus tertinggi berada di beberapa puskesmas, yaitu Kaliwates, Patrang, Sumbersari, dan Kalisat. Wilayah-wilayah tersebut memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi, sehingga memudahkan penyebaran virus dengue melalui vektor nyamuk di lingkungan masyarakat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pengendalian DBD masih menghadapi tantangan yang cukup besar. Fluktuasi jumlah kasus mengindikasikan bahwa faktor lingkungan, kepadatan penduduk, serta perilaku masyarakat masih berperan dalam penyebaran penyakit ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian yang lebih terarah dan berkelanjutan, terutama dengan memperhatikan kondisi wilayah yang berisiko tinggi.