funfact
Cara Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)
Upaya pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia dilakukan melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus yang melibatkan peran aktif masyarakat.
Penulis: Agung Sutriyawan Tanggal: 17 Mei 2026

Upaya pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia dilakukan melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus yang melibatkan peran aktif masyarakat. Program ini bertujuan untuk mengurangi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai penular utama DBD, dan dianjurkan untuk dilaksanakan sepanjang tahun, terutama saat musim penghujan.

Kegiatan utama dalam PSN dikenal dengan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin seperti bak mandi, ember, dan tempat minum, menutup rapat tempat penyimpanan air seperti drum dan kendi, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Penerapan 3M ini menjadi langkah dasar yang sangat penting dalam memutus siklus hidup nyamuk.

Selain itu, terdapat langkah tambahan (Plus) yang mendukung efektivitas pencegahan. Langkah tersebut meliputi menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat anti nyamuk, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah karena dapat menjadi tempat istirahat nyamuk. Penggunaan kelambu saat tidur juga dianjurkan untuk mencegah gigitan nyamuk.

Upaya lainnya adalah dengan mengatur pencahayaan dan ventilasi rumah agar tidak lembap dan cukup terang, memelihara ikan pemakan jentik di tempat penampungan air, serta menanam tanaman pengusir nyamuk di sekitar rumah. Menjaga kebersihan lingkungan dari genangan air juga menjadi faktor penting dalam mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Keberhasilan pencegahan DBD dapat diukur melalui Angka Bebas Jentik (ABJ) yang ditargetkan lebih dari 95%. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat secara konsisten dan berkelanjutan sangat diperlukan agar upaya pengendalian DBD dapat berjalan secara optimal dan mampu menurunkan angka kejadian penyakit.