funfact
Gejala dan Fase Demam Berdarah Dengue
Perjalanan penyakit DBD tidak berlangsung secara linear sederhana, melainkan melalui beberapa tahapan yang memiliki tingkat risiko berbeda.
Penulis: Sari Pediatri Tanggal: 17 Mei 2026

Gejala Umum DBD

Gejala awal DBD biasanya muncul secara mendadak setelah masa inkubasi virus, yang berlangsung sekitar 4–10 hari setelah gigitan nyamuk. Beberapa gejala yang umum dialami penderita antara lain demam tinggi hingga mencapai ±40°C, sakit kepala hebat, nyeri pada otot, tulang, dan sendi (sering disebut sebagai “breakbone fever”), serta mual dan muntah. Selain itu, dapat muncul ruam atau bintik merah pada kulit, serta perdarahan ringan seperti mimisan dan gusi berdarah. Gejala-gejala ini seringkali menyerupai penyakit infeksi lainnya sehingga perlu kewaspadaan lebih lanjut.

Perjalanan Fase Penyakit DBD

Perjalanan penyakit DBD tidak berlangsung secara linear sederhana, melainkan melalui beberapa tahapan yang memiliki tingkat risiko berbeda. Pemahaman terhadap fase-fase ini sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat serta mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.

Pada awal infeksi, penderita akan memasuki fase demam. Fase ini ditandai dengan peningkatan suhu tubuh secara tiba-tiba hingga mencapai sekitar 39–40°C dan berlangsung selama 2 hingga 7 hari. Selain demam tinggi, penderita biasanya mengalami sakit kepala, nyeri otot dan sendi, kelelahan, mual, muntah, serta ruam pada kulit. Dalam beberapa kasus, demam dapat bersifat bifasik, yaitu sempat menurun kemudian meningkat kembali. Meskipun terlihat seperti fase awal yang umum terjadi pada infeksi virus, kondisi ini tetap perlu dipantau karena dapat berkembang ke fase berikutnya.

Setelah fase demam, sebagian penderita akan memasuki fase kritis, yang merupakan fase paling berbahaya dalam perjalanan penyakit DBD. Fase ini biasanya terjadi saat suhu tubuh mulai menurun, sehingga sering disalahartikan sebagai tanda kesembuhan. Padahal, pada tahap ini justru terjadi peningkatan permeabilitas pembuluh darah yang menyebabkan kebocoran plasma. Akibatnya, cairan dapat keluar dari pembuluh darah dan menumpuk di jaringan tubuh, yang berisiko menimbulkan syok (Dengue Shock Syndrome).

Tanda-tanda yang perlu diwaspadai pada fase ini meliputi nyeri perut yang hebat, mual dan muntah terus-menerus, tubuh terasa sangat lemas, gelisah, kulit tampak pucat atau dingin, serta penurunan jumlah trombosit yang signifikan. Fase kritis umumnya berlangsung singkat, sekitar 24–48 jam, namun sangat menentukan keselamatan penderita sehingga memerlukan pemantauan ketat dan penanganan medis segera.

Apabila penderita berhasil melewati fase kritis, maka akan masuk ke fase pemulihan. Pada fase ini, kondisi tubuh mulai membaik secara bertahap. Cairan yang sebelumnya keluar dari pembuluh darah akan kembali masuk ke dalam sirkulasi, sehingga keseimbangan cairan tubuh perlahan pulih. Nafsu makan penderita biasanya mulai meningkat, kondisi umum membaik, dan jumlah trombosit berangsur naik hingga mendekati normal. Fase pemulihan biasanya berlangsung selama 2–3 hari.

Meskipun demikian, pemantauan tetap diperlukan untuk menghindari kelebihan cairan (overload) yang dapat terjadi akibat terapi cairan sebelumnya.

Dengan memahami setiap fase penyakit DBD, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada terhadap perubahan kondisi penderita dan segera mencari pertolongan medis apabila ditemukan tanda-tanda bahaya, terutama saat memasuki fase kritis.