Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus sebagai vektornya. Kedua jenis nyamuk ini berperan penting dalam penyebaran DBD di berbagai negara. Karakteristik wilayah yang memiliki kelembapan tinggi dan suhu hangat sangat berperan dalam mendukung siklus hidup kedua jenis nyamuk tersebut, yang berimplikasi pada luasnya persebaran kasus DBD secara global.
DBD termasuk penyakit yang berbahaya karena dapat berkembang dengan cepat dan berpotensi menyebabkan kematian dalam waktu singkat, serta sering menimbulkan kejadian luar biasa atau wabah. Secara klinis, penyakit ini ditandai dengan demam tinggi, munculnya gejala perdarahan (hemoragik), serta pembesaran hati (hepatomegali). Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami gangguan sirkulasi darah yang serius hingga menyebabkan syok.
Secara global, DBD telah menyebar luas hampir di seluruh dunia, khususnya di wilayah tropis dan subtropis. Di daerah tersebut, DBD dapat bersifat endemik, yaitu terjadi sepanjang tahun, maupun epidemi, yaitu terjadi peningkatan kasus secara signifikan pada waktu tertentu sehingga memerlukan pemantauan yang lebih intensif, termasuk melalui pendekatan berbasis wilayah seperti Sistem Informasi Geografis.